Alasan Tak Perlu Bicarakan Soal Kepuasan Bercinta

Alasan Tak Perlu Bicarakan Soal Kepuasan Bercinta

Alasan Tak Perlu Bicarakan Soal Kepuasan Bercinta

Alasan Tak Perlu Bicarakan Soal Kepuasan Bercinta, – Banyak yang bilang kalau setelah menikah, Anda dan pasangan akan lebih terbuka satu sama lain. Kenyataannya, tidak selalu seperti itu! Tak jarang banyak pasangan yang telah menikah bertahun-tahun masih sungkan membicarakan beberapa hal ini.

Hubungan di atas ranjang bagi pasangan yang sudah menikah adalah poin penting yang mendukung keharmonisan. Jadi gak boleh dianggap sepele. Untuk itu, sebaiknya kamu gak usah malu dan merasa tabu untuk membicarakan tentang kepuasanmu yang sebenarnya pada pasangan.

Dilansir https://dotdotdot.me, Mengapa kamu perlu jujur? Berikut beberapa hal positif sebagai alasan setiap pasangan menikah perlu membahasnya.

1. Satu sama lain bisa memahami kebutuhannya dalam bercinta

Biasanya perempuan lebih pemalu untuk mengungkap keinginannya. Misalnya, malu untuk bilang kalau dia butuh foreplay yang lebih lama, atau malu saat dia ingin meminta posisi tertentu agar bisa orgasme. Padahal, bagaimana pasangan bisa paham kalau kamu sendiri malah diam saja?

Baik suami atau istri, sebaiknya gak tabu lagi untuk mengungkap apa yang disukai dan tidak disukai. Kadang pasangan malu untuk bertanya, tapi sebenarnya dia ingin membuatmu puas. Jadi katakan saja apa yang kamu harapkan pada pasangan.

2. Mengenal pasangan lebih dalam bisa menumbuhkan ikatan cinta yang kuat

Menanyakan kepuasan pasangan atau memintanya melakukan hal tertentu untukmu saat bercinta, bakal membuat pasangan merasa dibutuhkan. Terlebih, kedekatan emosional yang tercipta dari kata-kata intim, tak hanya bikin suami istri lebih saling mengenal, tapi juga memperkuat rasa cinta.

Bagi wanita, merasa dicintai sebelum berhubungan intim sangat penting, karena hubungan seksual adalah hal romantis yang menggunakan hati.

3. Mengevaluasi ketidaknyamanan dalam hubungan intim itu perlu supaya gak berlarut-larut

Jangan biarkan sesuatu yang bikin kamu kurang nyaman, terus dilakukan karena melihat pasangan menyukainya. Misalnya, kamu ingin ada jeda waktu tiga atau empat hari setiap berhubungan intim karena kesulitan mencapai klimaks kalau dilakukan terlalu sering.

Namanya juga evaluasi, kamu bisa bicarakan solusi terbaik dari setiap bentuk ketidaknyamanan yang ada antara suami istri.

4. Mengetahui fantasi seks masing-masing bisa meningkatkan gairah

Selain mengungkap apa yang disukai dan tidak, kamu dan pasangan juga bisa membahas tentang fantasi seks untuk menghangatkan suasana sebelum berhubungan mesra. Coba pikirkan apa yang membuatmu bersemangat untuk melakukan seks. Kamu juga bisa bertanya dan menggali fantasi seksual apa yang selalu ingin dilakukan pasangan.

Membicarakan adegan panas dengan tatapan nakal, bisa membangkitkan semangat untuk bercinta berkali lipat. Semua itu hanya bisa terjadi kalau antara pasangan gak merasa tabu lagi untuk membahas kepuasan seksual.

5. Kepuasan mencapai klimaks seharusnya dirasakan kedua pihak

Membahas kepuasan seksual pada pasangan yang keduanya selalu berhasil mencapai klimaks, bisa dengan cara memuji servis yang dia berikan. Tapi, gak sedikit pasangan yang bersikap egois di ranjang, di mana kebutuhan seksual hanya terpenuhi pada satu pihak saja. Misalnya, suami yang kerap mencapai orgasme seorang diri dan tak menghiraukan istri yang butuh waktu lebih lama untuk orgasme.

Di sinilah pentingnya bicara soal kepuasan seksual. Semua demi kenyamanan dan kebahagiaan satu sama lain. Hubungan seksual juga bakal lebih berkualitas. Jadi untuk urusan ranjang, gak perlu merasa tabu lagi, ya!

Please Post Your Comments & Reviews

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *